Waw, sudah lama sekali tidak menulis di sini..

^_^
come back again..
apa kabar dunia?

setelah lama menahan untuk tidak menulis di sini..akhirnyaaaa..

SEMESTER YANG LUAR BIASA.
dann...perjalanan ini masih panjang sayang..

subhanallah.

kuliah yang semakin padat dengan tugas yang mantap.
organisasi-organisasi yang ga kalah semangat nyaingin tugas kuliah.
masalah-masalah personal.
manajemen waktu.
"penjagaan diri"
isu2 sosial.
self identity.
dan yang pastinya 'kewajiban dan kebutuhan sejati'.

semuanya bikin emosi naik turun terus ga karuan..hhaa =DD
RUTINITAS dan dinamika yang ekstrem.
well, ga ada yang salah sebenernya sama rutinitas.
tapi masalahnya adalah..
kadangkala rutinitas membut kita seperti ROBOT.
yup, tidak memanusiakan diri sendiri karena ga tau tujuan dari melakukan sesuatu tersebut.karena niatnya goyah dan jadi blur di pderjalanan.

beginilah.
harus sering nge-refresh NIAT.
sering-sering evaluasi tujuan dan PROSES.
atau hasilnya akan sama dnegan NOL.
cape. --hampir habis nafas-- tapi ga pernah punya nilai.
kecuali cape.
menyeramkan.
>.<

sekali lagi.
nisa harusnya banyak BELAJAR dari semester ini.
kalau kata kuliah psikologi belajar-nya pa tulus, salah satu ciri belajar adalah perubahan yang lebih baik..
harusnya nisa pada khususnya bisa jadi lebih baik. atau nisa sesungguhnya GA PERNAH BELAJAR DI SINI.

"Sungguh setiap aktivitas, setiap kesibukan akan terasa keberkahannya HANYA BILA melibatkan ALLAH dari awal hingga akhir, semua diniatkan untuk ibadah dan dengan tidak mengorbankan amalan yaumiah dan amanah dakwah kita. Kitalah yang mengatur waktu, kitalah yang memilih kesibukan, kita pulalah yang akan mempertanggungja...wabkannya kelak.." (Saudariku bungi, 2010)--status teh lia 230510--

nge-jleb banget nih status.
buat saya tersandung keras.

hmm.
NIAT.
RENCANA.
KERJA.
FOKUS.
PEKA.
( ini nih kadang banyak banget orang lupa..entah lupa kalau dirinya(atau diriku) manusia..entah lupa bekerja bersama manusia lainnya..pake fisik aja..hati? ke laut aja deh..ukhuwah? apaan tuh..yang penting HASIL beres. yang penting diri sendiri OK. ga usah deh pake mellow. HEY, ini sih bukan mellow bung. peka itu perlu..kerja dengan keadaan hati, logika, dan fisik yang seimbang itu perlu,TAPI ga buat kita jadi "CENGENG".Tau ga salah satu hal yang buat saya cinta sama ISLAM..karena Islam begitu penuh cinta,bnyak mengajarkan saya apa itu cinta sejati..apa itu ketulusan..bagaimana itu teman yang "BAIK" >>huaa..rindu pada mereka yang Allah kirimkan mengajarkan ini pada saya..suatu hari mungkin akan saya postingkan cerita2nya..)

walaupun begitu, smester ini juga menyadarkan saya, ternyata masalah saya ini sangat amat kecil dibanding saudara2 muslim sya yang lain...di belahan dunia mana pun. bahkan mungkin teman di samping saya sendiri (sypa gitu? =p).
hmm..dudul yah. kadang2 kita (atau mgkin saya saja) ketika terkena musibah sering nanya "kenapa ini terjadi pada saya??", "kenapa gini?" "kenapa gitu?" dsb...semacamnya..tapi pernah ga naya gitu pas kita dapet nikmat??)

dan saya makin sadar kalau dakwah, atau semua tempat saya berpijak saat ini TIDAK MEMBUTUHKAN SAYA.(maksih postinagnny nduu ^^). SAYAlah yang membutuhkannya, untuk tertulis dalam daftar cinta-Nya...padahal pengorbanan saya sangat ga ada apa2nya(atau malah belum berkoban apa pun..ckckc.)

tuuuhh kan..nisa nulisnya masih meloncat-loncat..
hhhoo =D

intinya,
tetap BERSYUKUR, TETAP SEMANGAT, LURUSKAN NIAT, MANTAPKAN LANGKAH, BERJUANGLAH ^^

ayoooooo, lariiiii ^_^

:: ikhwah smansa-betapa aku merindukan teman2 seperti kalian.sangat ^^, RETRY,mb arum, mb kun, mas umam, dan teman2 di sini yang banyak sekali saya repotkan...terimakasih banyak ^^ kalian banyak membantu saya bertahan. ::

rindu

hhaaaaaaaaaaaaaaaaaa..

Saya sedang benar-benar merindukan An Nisaa Nur Citra Dien.
kamu ke mana saja?
sekarang di mana?
sa? cit? -.-"

--------------------------------------------

rinduaku.rindumereka.rindunulis.rindubaca.rindusenyum.MerindukanMu.rindu.rindu.rindu.

>>di tengah semester yang LUARBIASA<<

*mengintip catatan seorang gadis kecil*

hai siluet biru..
asslamu'alaykum..(jawabnya siluet, kita kan harus menyebarkan salam..ok..)

hari ini, aku ketemu hujan..Allahumma shohiban nafian..Allahummajalha rahmatan walaatajalha adzaban..
seneng deh =) jadi senyum-senyum sendiri..untung ga ada yang liat..hihi..kalau ga aku bisa dibilang aneh nih..
aku liat hujan dari beranda..hmm..pokoknya rasanya itu..hmm..gmana ya siluet..lembut sekali..subhanallah..hatinya tenang..Allah itu baik sekali ya..menurunkan rahmat-Nya lewat hujan buat bumi..buat aku..ditambah lagi liat tanaman2 liar yang ada di depan..huu..hijaunya..segar..sepertinya dia juga senang..kalau kata tari..bumi juga selalu bertasbih..(walaupun aku jga ga ngerti cara bertasbihnya..pas tanya ke tari katanya pokoknya bertasbih..ahh..palingan tari juga ga tau!!)

sekali lagi siluet..Allah itu maha Baik sekaliiii...aku sangat-sangat bersyukur..dikasih mata...telinga..kesehatan...pokonya semuanya...aku jadi bisa ngerasain indahnya bumi Allah..aku pernah baca di Al-Qur'an..
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur." (QS.An nahl ayat 78)
wah...udah ada di Al-Quran..pantes aja tari suka banget sama Al-Qur'an..katanya itu surat cinta Allah.akurat, valid, terpercaya...(kok..kayak slogan berita yaa..tari mah..huu..)malahan kata tari lagi..Al-Qur'an itu dijagain sama Allah keasliannya sampai akhir nanti..waaahhh...original always!(bahasa inggrisnya bener ga sih??hihi..sok tau nih aku..)

angin semilir..semilir..huuuuuu...

eh, tapi ya siluet kan kalau kita bersyukur itu bukan cuma ngucapin Alhamdulillah ya?? kita kan juga harus menjaga dan make hal yang udah di kasih itu dengan baik ya?? hmm..gmana nih...aku tanganku suka jailin ade..mulutku ngeledekin tari..kadang2 masih suka ngetawain temenku yang jatoh...(abisnya lucu...hehehehe...astagfirullah..) itu termasuk ga syukur ga??haduh..haduh...kacau darurat nih..mau taubat ah..(inget pesen tari lagi: kalu taubat tuh nasuha!! yang bener!! jangan diulang-ulang lagi!! taubat kok kayak cabe rawit!! pedes bentar terus ilang..sebenernya sih aku manyun-manyun dengernya..tapi..bener juga sih..huuhh).. taubatan nasuha ya..hmm..semoga aku bisa ya siluet..biar Allah sayang sama aku..biar aku bisa masuk surga..ketemu nabi Muhammad jugaa...(aku pernah diceritai sirahnya..wah...keren deh!!)
nanti aku mau kasih tau ayah juga......abisan aku kesel sih ayah tuh masih suka ngerokok..padahal kan kalau gitu kita ga mensyukuri nikmat sehat ya?? terus ayah jadi suka batuk-batuk..heran deh aku..aku pengen banget ngebuang rokok ayah ke tempat sampah..atau aku injek-injek..aku pernah mau kayak gitu..eh, udah dimarahin duluan..craa apa yang mempan kasih tau ayah ya...biar ayah jadi orang yang bersyukur jugaa,,,kan aku juga mau ketemu ayah di surga..

udahan ah siluet..aku jadi melamun di sini terus..
PR ku kan masih belum selesai..hihi..keasikan sih..kapan2..aku tulis kamu lagi ya......aku harus ngerjain PR dulu...aku mau jadi orang yang bersyukur bisa sekolah..dadaaaaaahhhh........silueeeetttt..
assalamu'alaykum....

nisrina

“kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya
Ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu; itu kesamaan
Ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan; itu keseimbangan
Ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman; itu kegenapan
Tapi satu hal tetap sama
Mereka cocok karena bersama bertasbih memuji Allah
Seperti segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, ruku’ pada keagunganNya”
-Salim A Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang-

untuk bidadari-bidadari tanpa sayap – yang mengajariku memahami banyak hal –
sungguh, Allah selalu Maha Penyayang..selalu Maha Pengasih.
Memilikimu dalam lingkaran ini..sungguh sebuah anugerah yang luar biasa indah.
….speechless…

bumi bertasbih.
tetesan langit mengisi ruang sepanjang hari.
bintang tujuh warna merona di balik hening kelabu.
melantun melodi syukur tak terhingga..
karena megah tak selau tergambar dalam ingin.

ada lukisan pada tiap bulir menggantung di ujung daun.
tes!
jatuh.
terbias.
lukisan jelas.

::masih syukur tak terhingga dalam bias lukis tak terduga.bumi bertasbih::

baru saja mendapatkan note di facebook dan membuat saya bepikr dan beristigfar..
Sebuah artikel untuk pembelajaran teman2x....
Semoga bisa bermakna..

Suatu hari, Allah swt berfirman kepada Nabi Musa as, "Hai Musa, bila nanti kau akan bertemu dengan-Ku lagi, bawalah seseorang yang menurutmu kamu lebih baik daripada dia." Nabi Musa as lalu pergi ke mana-mana; ke jalanan, pasar, dan tempat-tempat ibadat. Ia selalu menemukan dalam diri setiap orang itu suatu kelebihan dari dirinya. Mungkin dalam beberapa hal yang lain, orang itu lebih jelek dari Nabi Musa, tetapi Nabi Musa selalu menemukan ada hal pada diri orang itu yang lebih baik dari dirinya. Nabi Musa tidak mendapatkan seorang pun yang terhadapnya Nabi Musa dapat berkata, "Aku lebih baik dari dia."
Karena gagal menemukan orang itu, Nabi Musa masuk ke tengah-tengah binatang. Dalam diri binatang pun ternyata selalu ada hal-hal yang lebih baik daripada Nabi Musa. Seperti kita ketahui, burung Merak, misalnya, bulunya jauh lebih bagus dari bulu manusia. Sampai akhirnya Nabi Musa melewati seekor anjing kudisan. Nabi Musa berpikir, "Mungkin sebaiknya aku pergi membawa dia." Ia pun lalu mengikat leher anjing itu dengan tali. Namun ketika sampai ke suatu tempat, Nabi Musa melepaskan anjing itu.
Ketika Nabi Musa datang untuk bermunajat lagi di hadapan Allah swt, Tuhan bertanya, "Ya Musa, mana orang yang Aku perintahkan kepadamu untuk kaubawa?" Nabi Musa menjawab, "Tuhanku, aku tidak menemukan seseorang pun yang aku lebih baik darinya." Tuhan lalu berfirman, "Demi keagungan-Ku dan kebesaran-Ku, sekiranya kamu datang kepadaku dengan membawa seseorang yang kamu pikir kamu lebih baik darinya, Aku akan hapuskan namamu dari daftar kenabian."
Kata ana khairun minhu atau "Aku lebih baik dari dia" pertama kali diucapkan oleh Iblis untuk menunjukkan ketakaburannya. Tuhan menyuruhnya untuk sujud kepada Adam as tapi Iblis tidak mau. Ia beralasan, "Aku lebih baik dari dia. Kau ciptakan aku dari api dan Kau ciptakan dia dari tanah." Takabur yang dilakukan oleh Iblis pertama kali itu adalah takabur karena nasab, takabur karena keturunan.
Menurut Al-Ghazali, di antara beberapa faktor yang menyebabkan orang menjadi takabur dan berfikir, "Aku lebih baik dari dia," adalah nasab. Iblis adalah tokoh takabur karena nasab yang paling awal. Kebanggaan atau kesombongan karena nasab ini pernah menjadi satu sistem dalam masyarakat feodal. Feodalisme adalah sistem kemasyarakatan yang membagi masyarakat berdasarkan keturunannya. Sebagian masyarakat disebut berdarah biru dan sebagian lagi berdarah merah.
Ada sebuah buku yang dengan secara terperinci mengkritik sebagian sayyid atau keturunan Rasulullah saw yang merasa bahwa mereka lebih utama dari orang yang bukan sayyid. Sebagian sayyid itu berpendapat bahwa jika ada orang bukan sayyid yang beramal saleh sebanyak-banyaknya, derajatnya akan tetap lebih rendah dari seorang sayyid yang beramal maksiat. Menurut penulis buku tersebut, seorang sayyid yang berpendapat seperti itu pastilah seorang sayyid yang ahmaq atau tolol. Dalam salah satu buku itu, ia memberikan contoh sayyid yang berpikiran seperti itu sebagai orang yang takabur karena nasabnya. Ternyata, penulis buku itu pun adalah seorang sayyid. Namanya Al-Sayyid Abdul Husain Asghai.#
Penulis itu mengingatkan saya kepada Imam Ali Zainal Abidin as. Ia pernah menangis terisak-isak di hadapan Baitullah. Thawus Al-Yamani mendekatinya dan bertanya, "Wahai Imam, mengapa engkau harus beribadat seperti ini? Bukankah kakekmu Rasulullah saw dan ibumu Fathimah as?" Lalu Imam dengan marah menjawab, "Jangan sebut-sebut di hadapanku ibuku dan kakekku, karena Allah swt akan memberikan surga kepada siapa saja yang taat kepada-Nya, walaupun ia adalah seorang budak dari Afrika. Dan Allah akan memasukkan ke neraka siapa saja yang maksiat kepada-Nya walaupun ia adalah seorang sayyid dari bangsa Quraisy."
Berbangga sebagai keturunan Rasulullah saw saja adalah suatu perbuatan takabur, apalagi berbangga sebagai keturunan bukan Rasulullah saw. Orang yang berbangga karena keturunannya yang bukan Rasulullah saw adalah seperti orang miskin yang takabur. Hal itu bukan berarti orang kaya boleh takabur. Orang kaya yang takabur pun akan dimasukkan ke neraka.
Kehormatan dalam Islam tidak ditegakkan berdasarkan nasab. Tuhan berfirman, "Innâ akramakum ‘indallâhi atqâkum. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling takwa." (QS. Al-Hujrat 13 ) Pernah pada suatu hari, seseorang datang kepada Rasulullah saw dengan membanggakan nasabnya. Di kalangan masyarakat Arab waktu itu, kebanggaan suatu nasab didasarkan pada jumlah jasa yang dilakukan nasab itu. Karena itu, mereka sering menyebut-nyebut jasa orang tua mereka. Orang itu memperkenalkan dirinya dengan menyebut silsilah orang tuanya sampai keturunan kesembilan. Rasulullah saw hanya menjawab pendek, "Wa anta ‘âsyiruhum fin nâr. Dan engkau, keturunan yang kesepuluh, di neraka." Ia masuk neraka karena ketakaburannya.
Ketika berhadapan dengan orang yang takabur karena nasabnya, yang membanggakan kehebatan orang tuanya, Sayidina Ali berkata, "Ucapan kamu benar. Tapi alangkah jeleknya yang dilahirkan oleh orang tuamu."
Al-Ghazali membagi takabur kepada dua bagian. Pertama, takabur dalam urusan agama dan kedua, takabur dalam urusan dunia. Takabur dalam urusan agama dibagi lagi menjadi dua; takabur karena ilmu dan takabur karena amal. Menurut Al-Ghazali, yang banyak takabur karena ilmu adalah para ilmuwan, filusuf, dan ulama. Apa tanda-tanda orang yang takabur karena ilmunya? Ia tidak mau mendengarkan nasihat dari orang yang lebih bodoh darinya. Ia merasa dirinya paling pintar dan tidak memerlukan bantuan orang lain.
Daniel Goleman, dalam bukunya Emotional Intelligence, menceritakan kisah dua orang yang lulus bersamaan dari perguruan tinggi. Satu orang di antaranya luar biasa pintar dan lulus dengan nilai tertinggi sementara seorang yang lain lulus dengan nilai pas-pasan. Dua tahun kemudian, diselidiki nasib kedua orang itu. Orang yang pintar itu ternyata menganggur sementara orang yang tidak pintar telah menjadi manajer di sebuah perusahaan. Selidik punya selidik, ternyata orang pintar itu tidak tahan bekerja di satu tempat, karena dia tidak bisa bekerja sama dengan orang lain. Ia merasa dirinya pintar sehingga tidak memerlukan bantuan orang lain.
Takabur yang kedua di dalam urusan agama adalah takabur karena amal. Jika seseorang banyak beramal, ia bisa menjadi sombong. Dalam sebuah hadis diriwayatkan seseorang yang datang ke majelis Nabi. Orang itu dipuji para sahabat karena kebagusan ibadatnya. Tapi Nabi mengatakan, "Aku melihat bekas tamparan setan di wajahnya." Nabi kemudian menyuruh sahabat membunuh orang itu. Orang itu merasa amal dirinya paling baik di antara orang lain. Di waktu lain, Rasulullah saw bersabda, "Jika ada seseorang yang berkata, ‘Manusia ini semuanya sudah rusak,’(dan ia merasa bahwa hanya dirinya yang tidak rusak) maka ketahuilah bahwa sesungguhnya dia yang paling rusak."
Ada orang yang merasa amalnya sudah bagus sehingga dia merendahkan orang lain. Ada juga orang yang merasa dirinya amat saleh dan segera menganggap rendah orang lain yang tidak salat berjemaah di masjid seperti dirinya. Ia pun mengecam orang lain yang salatnya dijamak. Orang-orang seperti itu termasuk orang yang takabur karena amalnya.
Sayidina Ali mengajarkan kepada para pengikutnya, "Kalau kamu berjumpa dengan orang yang lebih muda, berpikirlah dalam hatimu: Pasti dosanya lebih sedikit dari dosaku. Kalau kamu berjumpa dengan orang yang lebih tua, berpikirlah dalam hatimu: Pasti amalnya lebih banyak dari amalku." Setiap orang pasti ada kelebihannya. Kita juga punya kelebihan, tetapi hal itu tidak menyebabkan kita menjadi lebih mulia daripada orang lain. Begitu kita merasa diri kita lebih mulia dari orang lain dan ingin diperlakukan sebagai orang mulia secara diskriminatif, kita sudah jatuh kepada takabur. Takaburnya bisa karena ilmu atau karena amal.
Takabur bagian kedua menurut Al-Ghazali adalah takabur dalam urusan dunia. Takabur dalam urusan dunia disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, karena nasab, seperti telah dijelaskan di atas. Kedua, karena harta kekayaan. Ketiga, karena kekuasaan. Keempat, karena kecantikan. Kelima, karena banyaknya anak buah dan pengikut. Penyakit yang terakhir ini biasanya diderita oleh para ulama.
Rasulullah saw bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat takabur walaupun hanya sebesar biji sawi." Kita dapat mengukur hati kita, apakah terdapat sebutir takabur atau tidak, dengan menjawab beberapa pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu sebagai berikut: Ketika Anda masuk ke dalam sebuah majelis dan melihat kawan Anda yang setara dengan Anda duduk di tempat yang lebih mulia, sementara Anda duduk di tempat yang lebih rendah, apakah ada perasaan berat dalam diri Anda? Ketika Anda akan memilih menantu dan memperhatikan keturunan calon menantu itu, lalu ternyata keturunannya tidak sebanding dengan Anda, apakah Anda merasa berat menerimanya? Apakah Anda merasa berat menerima nasihat dari orang yang lebih rendah daripada Anda? Apakah Anda merasa berat untuk memakai pakaian yang jelek ketika menghadiri pengajian? Jika Anda menjawab "ya" untuk salah satu dari pertanyaan di atas, ketahuilah, Anda sudah jatuh ke dalam takabur.
Saya akhiri tulisan ini dengan sebuah hadis. Rasulullah saw bersabda, "Pastilah orang yang takabur itu punya cacat dalam dirinya yang ia sembunyikan." Hadis itu saya kira sangat modern. Menurut Psikologi mutakhir, orang-orang yang arogan atau sombong di dunia ini sebetulnya adalah orang yang menderita cacat tertentu yang tidak kita ketahui dan mereka berusaha menutupinya.
Kita dapat mengobati perasaan takabur dengan istighfar dan bersikap tawadhu. Tidak ada obat bagi takabur selain bersikap rendah hati. Rasulullah saw bersabda, "Jika kamu temukan di antara umatku orang yang bersikap tawadhu, maka hendaklah kamu bersikap lebih tawadhu lagi kepada mereka. Dan apabila kamu temukan di antara umatku orang yang bersikap takabur, maka hendaklah kamu bersikap lebih takabur lagi kepada mereka."

Eposode 1.Penghujung Musim ke-3.

:take 1: Kota Hijau, istana hangat dan orang-orang terpilih.

06.15 WIB
menginjak tanah basah.bekas hujan malam kemarin.udara pagi sesegar senyum yang mengembang di wajah gadis penuh rindu. belum lama,ditnggalkannya sementara kota hijau.namun, cinta yang tertanam selalu membuah rindu dan doa untuk mereka orang-orang terpilih..istana hangat...dalam kota hijau.

jalan raya sekitar sempur ditutup, dijadikan fasilitas olahraga sementara sepertinya.tak apa, ini berarti kesempatan berkeliling kota hijau.^^

belum kutemukan lagi istana sehangat ini untukku. istana tipe 36-mungil-tapi tetap berstatus istana.
ayah,bunda, dan adik manis.
ini waktunya berbakti,ayah..bunda..
ini waktunya membimbing, adik..

dan ini waktu mengisi kembali energi,bersama mereka yang terpilih..
Yaa Rahman.Yaa Rahiim. terima kasih^^

:take 2: Simposium Internasional III

Gemuruh takbir menggetar ruang..
ruang nyata.ruang hati.ruang pikir.ruang gerak.
Allahhuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!
membuncah semangat jihad.
ilmu, harta, jiwa.
meluap rasa menegakkan kalimat Allah di muka bumi.

-------------------------------------------------
.tembok baja.
Gaza nampaknya semakin terisolir. blokade israel,as, sekutunya..dan sekarang mesir membangun tembok pembatas Gaza. Tembok baja kurang lebih 20m di atas tanah, kurang lebih 30m di bawah tanah.menghancurkan 'saluran' bawah tanah.memblokir pasokan bantuan masuk. mengurangi kualitas air rakyat Gaza.

.menyiapkan intel sepanjang lorong..tambak garam.penyelundup? tembak mati di tempat.

.apakah obat2an ini haram untuk ibu kalian? anak-anak kalian-kalian? saudara-saudara perempuan kalian?? mereka hanya tersenyum..hati,mata,telinga,tertutup. Allah menguncinya.

.Perkemahan "Tajul Waqor".
Gaza kota para penghapal Qur'an. telah tersiap pemimpin-pemimpin untuk masanya. Selasa (22/09)yayasan "Darul Qur’an was Sunnah"-yang menyelenggarakan perkemahan penghafal al Qur’an "Tajul Waqar" sejak awal liburan musim panas lalu- mengadakan wisuda.memberikan penghargaan untuk 10.000 penghapal Al Qur-an..subhanallah..
(Rabbi...camp selam 2 bulan! 2 bulan! 30 juz! aku?? juz 30 saja masih terasa begitu sulit.. di mana tekadku?? di mana maluku??astagfirullah....)

------------------------------------------------

:take 3: Stasiun kereta kuning

langit!!

langit di stasiun kereta kuning.
tidak!! tidak lagi mata-mata yang tak berhak.
tidak!! tidak lagi pintu-pintu tanpa penjagaan.

tertunduk.
Allah..aku harus mampu.aku yakin mampu..karenaMU.
Jika bukan janjiMu yang kupercaya, lalu siapa yang harus ku percaya?
Jika bukan Engkau tempat bersandar, siapa yang jadi tempat bersandar? berharap?
Maha segala-galanya..Allah.

:take 4:istana hangat

PERATURAN:
Adzan berkumandang matikan TV, penuhi panggilan..
setelah itu..
ayo dik, kita belajar^^

--semoga besok lebih baik--
oyasumi.

Newer Posts Older Posts Home