aku terdiam pada sudut yang telah Dia tentukan jauh sebelumnya. mencoba menguraikan benang warna-warni yang terlalu kusut. keluar dari rangkainnya. dan memandangnya selama beberapa lama. senyum masih merekah di pipiku saat air itu jatuh dari sudut mataku. mencoba mencari seluruh jawaban positif yang mampu kutemukan untuk membuat benang2 itu kembali rapi.
sungguh, aku manusia. bukan malaikat. bukan iblis. bukan pula makhluk tak bernyawa.
apakah begitu egois meminta perlakuan sebagai seorang manusia. dimanusiakan. Rabbi, begitu sulitkah manjadi seseorang yang kau inginkan?
::hmm..bukan aku menyerah. tapi mungkin ini lebih baik bagimu dan bagiku.jika kau inginkan aku keluar dari lingkaran ini. aku keluar.sulit??tak usah kau bayangkan.aku tak akan menghapuskan jejakmu, dan semoga aku mampu mengerti tanpa penjelasan apapun.
aku berdoa untukmu selalu..agar Allah selalu menjagamu..agar segala lelahmu membuahkan hasil..agar kau mendapatkan sebuah kebahagian walaupun mungkin bukan itu yang kau cari.
tak perlu pedulikan ocehanku yang tak pernah meniggalkan jejak apapun. tapi kali ini aku mohon satu hal..satu hal saja..cintailah dirimu sendiri agar kau mampu belajar bagaimana mencintai orang lain..saudaraku..
::kalian pikir aku sempurna?kalian pikir aku lebih baik dari kalian? tidak. aku hanya mencoba belajar menjadi lebih baik. seandainya dosaku membekas menjadi sebuah bau dalam tubuhku..entah apa jadinya, aku tak yakin kalian masih mau berada di sisiku. tapi bukankah cuma ada dua pilihan? berusaha keluar dari kesalahan2 yang bahkan kita ketahui bahwa itu adalah kesalahan atau tetap berada di dalmnya karena begitu sakit dan melelahkan ketika mencoba berubah..
aku tak pernah bermaksud memaksa kalian. tapi aku tak sanggup sendiri berada di sini. aku butuh kalian. bukankah akan lebih ringan menjalaknnya bersama..bukankah Dia akan mecintai ini?
.......................................................................
.......................................................................
bukankah begitulah kehidupan..
bwrwarna-warni dan tak selamanya terlihat indah. tapi kita juga kan yang memilih merapikannya dengan kesabaran atau menyerah pada keadaan..
bukankah begitulah manusia..
Levinans bilang cenderung mementingkan egonya sendiri.. melihat pada AKU dan sekitarnya adalah -yang lain-
dan Allah menganugrahkan cinta untuk mengendalikan -mengarahkan- keAKUan..pernahkah kalian mmerasakan betapa indah dan tenagnya mampu mencintai dan dicintai karena Allah..
senyumku masih di sini. aku beranjak..
benang ini masih rumit. masih berantakan. dan berwarna-warni.
jalan di depan akan sulit.
akan perlu keikhlasan, keinginan, kekuatan, dan tentu saja selalu ada harapan.
hingga nanti aku beristirahat pada pemberhentian terakhirku. aku ingin senyumku masih di sini dengan benag warna-warni yang telah rapi.
bismillahirrahmanirrahim..
pertamax...
nice post...
hbs debate ma siapa?? hehe...
blog lw promosiin donk.. berbagi dengan yg lain, mungkin bisa dpt masukan2....
just take the "hikmah"
lw mirip Ikbal, punya blog bagus tapi ngga di publikasiin, atw memang cm untuk konsumsi sendiri??
keep writing
qie said...
3 June 2009 at 21:43
debat?
jika kau definisikan debat adalah diskusi melalui pembicaraan panjang dan semua pihak berusaha mempertahankan kebenaran masing2..aku tidak berdebat dengan siapa pun..
hanya sja..terkadang diam lebih banyak "bicara"..^^
yup, ambil hikmahnya saja..
hehehe..yahya,,mau jadi tim promosi??^^
mentari pagi said...
4 June 2009 at 11:51
janganlah berhenti dan keluar dari lingkaran..
mungkin ini akan bararti untuk seseorang..
biru.. said...
7 June 2009 at 08:31
Ingin keluar, sudah terlanjur di dalam.
Tetap di dalam, menatap uraian benang kusut berwarna-warni yang belum rampung diselesaikan.
Ambil jalan tengah:
Perlahan keluar, merangkak, sambil menjalin lalu merajut benang tersebut selembar demi selembar. Bisakah?
Semangat nisa!
*berusaha menjadi dewasa bersama^^*
Luv u coz Allah, my sis..
mee said...
17 June 2009 at 15:52
asslm...
eh, ("coment ga nyambung" mode : on) "Levinans" itu siapa?
referensi filsafat manusia u judulnya apa sih?
hehehe...
keep spirit, mbak!
Unknown said...
17 June 2009 at 21:55
wah...subhanallah... qren bgt postingannya Nis...
gw bacanya ampe diulang-ulang...
(ap krn gw lemot ya, makanya gw ulang2 biar ngerti?! hhe.. =9)
yah..memang, apapun yg terjadi, qt harus selalu berusaha tetap tersenyum.. ^^
dan tersenyumlah dengan hatimu... (jgn dimuka doang..hhe... =9)
soalnya, klo senyumnya dimuka doang, percuma kaaan...hoho... ^^
Wirda said...
28 June 2009 at 21:10
@mia: hmm..teman seperjuangan..haha..yup..belajar jadi dewasa bersama..
@ardhya: nisa salah tulis..harusnya levinas..salah satu tokoh fisafat gitu..
@wirda: ga ngerti ya..hehe..maklum...curhatan nisa aja itu mah..yah..semoga yang dimengerti bisa diambil hikmahnya^^
mentari pagi said...
7 July 2009 at 10:10