di sebuah sore..

"ketika semua orang menjadi seperti itu padaku.Lalu, di mana mutiara? ia tak terlihat sedikit pun. Masih tak ada tanda-tanda bahwa ia masih berada."

"karena ia masih di langit..karena ia begitu berbeda..dan mungkin(atau juga tidak) telah terpilih. Tak ada yang pernah tau bukan? Tapi, yakinlah. Ia masih ada. Mungkin tak terjamah. kareba mutiara hanya akan keluar ketika menjadi mutiara..hanya akan berkilau ketika menjadi mutiara."

"Tepat.. memang ia berbeda..karena itu aku mendambanya, karena itu pula DIA memilihnya, untuknya tempat yang istimewa. Sungguh tetesan rindu ini tak kunjung henti."

"gadis kecil selalu tak sabar ya?^^ mungkin begitu pun aku. Tapi, bila tak begini tak akan istimewa.. rindu itu akan terjawab pada waktunya..mengapa harus risau? tunggu sja kemilaunya."

"Ingin segera bersayap, mengejar ketertinggalanku karena keberangkatannya lebih dulu.untuknya hati urutan kedua ini terjaga."

"Tak perlu bersayap. jadilah mutiara malam..karena mutiara hanya akan bersanding dengan mutiara. bukankah begitu?::masih butir pasir::"

=)

^^

untukmu..
bersabarlah..semoga cerlangnya memang untukmu..
siapa pun mutira malam.
untuknya..
aku menunggumu matahari..
untuk bersama berjalan dan bersinar untuk dunia..
masih di jalan 'ini'..
insyaAllah..

0 comments:

Newer Post Older Post Home